Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Monday, June 13, 2011

Rumah Berjamur Picu Asma Bagi Penghuninya

Berdasarkan penelitian, anak-anak yang hidup di rumah lapuk berjamur dengan air yang tidak bersih, terutama rumah yang jamurnya jelas kelihatan, memiliki risiko terkena asma dan alergi lebih tingi daripada anak-anak lain seumurannya.

Penelitian yang mengkaji lagi 61 penelitian internasional yang dilakukan sejak 1990-an itu menekankan pentingnya untuk tidak hanya menyingkirkan jamur yang terlihat, tetapi juga mencegah kemunculannya, kata penulis penelitian Christina Tischer, dari Pusat Riset Kesehatan Lingkungan Jerman seperti dikutip Reuters

"Lingkungan rumah dengan jamur yang bisa dilihat dan paparan spora jamur menaikkan risiko terkena alergi pernapasan pada anak," tulisnya dalam "European Respiratory Journal." Dia mengatakan kepada Reuters Health, meskipun penemuan itu tak menyebut jamur sebagai penyebabnya sehingga penelitian lain masih dibutuhkan, riset laboratorium menunjukkan bahwa paparan jamur dan spora jamur di udara bisa menyebabkan radang pernafasan.

Secara keseluruhan, anak-anak dalam rumah yang memiliki jamur terlihat memiliki kemungkinan terserang asma 49 persen lebih besar dibandingkan anak-anak yang tidak terpapar, dan 39 persen lebih bisa terserang alergi ketimbang anak lainnya. "Jamur terlihat menempel di dinding mengindikasikan komposisi mikroba normal di luar keteraturan, yang kebanyakan sering disebabkan kelembaban, kelembaban ekstrem atau bangunan yang rusak," kata Tischer.

Seks 4 Kali Seminggu Sehat Bagi Pasutri

Hubungan seks bagi pasutri sangat penting utnuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Jika ini tidak diperhatikan, lampu kuning bagi pasangan suami istri kala mengarungi bahtera rumah tangga. Jika berhubungan seks terlalu sering atau terlalu jarang, tentunya bisa mengganggu sektor kehidupan lainnya.Misalnya kondisi tubuh yang sering loyo atau uring-uringan.

Jadi, berapa kalikah idealnya pasutri berhubungan seks?
Kendati tak ada pola baku, suami-istri dianjurkan berintim-intiman secara teratur 1-4 kali seminggu. Pertimbangannya, frekuensi tersebut sesuai ritme tubuh atau kondisi fisiologis pria maupun wanita. Produksi sperma oleh buah zakar boleh dibilang sudah memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari. Nah, kalau bisa mengikuti ritme fisiologis tersebut, kan, bagus. Apalagi lantaran produksi ini memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah tadi.

Sedangkan pada wanita, justru memperbesar kemungkinan merasakan kenikmatan seksual lebih lama. Soalnya, kondisi fisiologisnya memungkinkan kaum hawa merasakan kenikmatan hubungan seksual selama seminggu. Dengan begitu, bukankah kenikmatan yang dirasakannya akan berganda bila sebelum habis masanya, ia kembali memperoleh kenikmatan baru? Jadi, para istri tak perlu khawatir dirinya bakal kebal alias tak bisa merasakan orgasme atau kenikmatan seksual lagi.

Bahkan, pola 1-4 kali seminggu ini malah memberi keuntungan lain berupa kesempatan "beristirahat sejenak" pada organ-organ tubuh wanita maupun pria, bila memang diperlukan demikian. Meski pada dasarnya, seberapa sering pun kita melakukan hubungan seksual, bila dilakukan dalam batas-batas wajar, takkan merusak senjata pamungkas kedua belah pihak.

Sebab, baik alat kelamin pria maupun wanita diciptakan begitu rupa untuk beradaptasi terhadap kondisi apa saja. Artinya, penis bisa beradaptasi dengan semua ukuran vagina, begitu pula sebaliknya. Belum lagi cairan pelumas yang akan keluar dengan sendirinya untuk menghindari perlecetan saat penetrasi.(*)

Sunday, June 12, 2011

13 Resiko Fatal Penggunaan Ponsel Terus-menerus

Tidak bisa dipungkiri bahwa telepon seluler (ponsel) telah banyak menghadirkan berbagai kemudahan dalam hidup manusia. Meski banyak diperdebatkan, banyak kalangan khawatir akan dampak negatif dari radiasi yang ditimbulkan.
Penelitian terbesar yang pernah dilakukan tentang bahaya ponsel telah membantah adanya risiko kanker otak pada penggguna ponsel. Penelitian yang dilakukan sendiri oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) tersebut menunjukkan risikonya tidak terlalu besar untuk dikhawatirkan.


Namun penelitian terbaru di India kembali menegaskan adanya ancaman kanker terutama pada anak dan remaja. Sang peneliti, Prof Girish Kumar bahkan mengatakan bahaya radiasi juga terdapat di sekitar menara Base Transceiver Station (BTS).
"Satu BTS bisa memancarkan daya 50-100W. Negara yang punya banyak operator seluler seperti India bisa terpapar daya hingga 200-400W. Radiasinya tak bisa dianggap remeh, bisa sangat mematikan," ungkap Prof Kumar.

Dikutip dari DNAindia, berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS:


1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.

2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).

3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.

4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.

5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget)
seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.

6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.

7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.

8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.

9. Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.

10. Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.

11. Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan
.
12. Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.

13. Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang.

Sumber :
pastienjoy.blogspot.com

Bagikan ke :